Jumat, 23 Oktober 2015

Jodoh dan Perjuangan



Jodoh dan Perjuangan

          “Jodoh di tangan tuhan” mungkin sebagian dari kalian ngak asing dengan pepatah ini, tapi gua gak terlalu setuju dengan pepatah ini, bukannya gua gak pecaya tuhan, tapi lu juga perlu ingat tuhan memang telah menentukan jodoh kita tetapi lagi-lagi semua tergantung usaha yang kita lakukan dalam mencari jodoh. Seharusnya pepatah ini agak dimodifikasi menjadi “Jodoh di tangan tuhan, jadi jemputlah dia” kalau lu ngak kunjung jemput silahkan mati jadi jomblo seumur hidup.
         
          Banyak cara-cara tuhan menghadirkan jodoh untuk kita, seperti kata Raditya Dika pada bukunya Marmut Merah Jambu bertulis “Bagaimana semesta bisa berkonspirasi hingga dua orang bisa actually bertemu memang mendekati keajaiban” alam bisa melaukukannya untuk kita. Peremuan seseorang dengan jodohnya memanglah bermacam cara seperti cinta lokasi pada teman satu sekolah, kantor, kulaih, maupun tempat kursus, tak menutup kemungkinan pertemuan jodoh yang kalian miliki ala-ala FTV. Gua pernah nonton gimana dua orang bisa jatuh cinta bermula gara-gara si cewek nabrak dagangan si cowok, mereka berantem pada akhirnya keseringan berantemlah yang membuat benih cinta muncul. Begitu juga dengan salah seorang teman gua, dia juga gak pernah sangka ternyata pacarnya saat ini dalah temannya semasa SD, dan yang gua selalu tanyakan adalah bagaimana mereka bisa bertemu lagi dan jatuh cinta setelah sekian lama tidak pernah bertemu ?, lalu apakah mereka memang saling jatuh cinta dari SD? Jodoh ternyata bisa siapapun dalam hidup kita, terkadang sesorang yang ngak kita duga sama sekali adalah jodoh kita, kemudian gua berpikir mungkin saja abang-abang kurir JNE yang sering ngantar paket kerumah adalah jodoh gua.

          Datangnya jodoh juga tidak selalu mulus layaknya paha para member JKT48, terkadang jodoh juga perlu diperjuangkan seperti halnya kisah cinta emak bapak gua. Pada awalnya keluarga merekalah yang punya ide untuk menjodohkan mereka, emak gua suka, bapak gua suka, dan mereka saling jatuh cinta namun apalah daya ditengah perjalanannya menuju singgah sana cinta mereka di terpa badai. Banyak isu miring yang beredar seputar bapak gua, banyak yang bilang bapak gua sebenarnya telah menikah dan memiliki anak. Entah dari mana gosip itu muncul tapi gosip ini mampu membuat orang tua emak gua goyang sehingga memutuskan untuk mengungsikan emak gua yang berdomisili di Medan ke Jakarta, gak sampai ke Jakarta saja ternya emak gua dikabarkan akan di terbangkan kembali dari Jakarta ke Papua. Tetapi yang namanya jodoh dan pejuangan tidak akan mengikari janji, meskipun mereka terpisah oleh pulau, cinta tetap terhubung dan pada akhirnya mereka berhasil menikah walaupun mereka menghabiskan umurnya untuk memperjuangkan cintanya, ya emak dan bapak gua menikah di umur mereka yang ke 31.

          Gua selalu berfikir bagaimana kisah gua dan jodoh gua nanti di pertemukan apakan kami bertemu saat gua tengah dirampok dan tiba-tiba dia datang dari langit dengan seutas tali yang bergelantungan dari satu gedung ke gedung lain, gua fikir ini mirip cerita super heronya Marvel. Atau bisa yang lebih tragis lagi, kami dipertemukan di sebuah kapal besar yang hampir karam gara-gara numbruk kapal tukang es cendol di tengah laut, es cendol? Ya kan bisa jadi, mungkin aja dimasa depan tukang es cendol merambah ketengah laut, Who know’s.

          Tapi ada sebuah pertanyaan di kepala gua, bagaimana dengan merek yang telah menikah namun memilih jalan cerai? Dan kemudian tak satupun dari mereka yang menikah lagi dan memilih sendiri sampai mati, apakah mereka jodoh? Atau mereka tak punya jodoh?. Lalu gua fikiran gua melayang, bisa jadi sebenarnya mereka memang berjodoh namun seperti yang kita tau cerita cinta tak selalu punya ending yang bagus. Meskipun jika jodoh telah dipertemukan tuhan kepada kita jodoh tetaplah harus dijaga, salah-salah bisa jadi mereka pergi dan menyendiri hingga mati gara-gara kita yang tak pandai memelihara sebuah hubungan. Komunikasi adalah sebuah cara paling ampuh dalam menjaga suatu hubungan dan kesalapahaman tercipta dikala komunikasi sudah tak lagi berjalan mulus layaknya paha member JKT48 (Oh… tadi udah ya gua sampaikan diatas?). Pertengkaran muncul dilam sebuah hubungan, egoismw muncul, rasa ingin menang sendiri mengalahkan rasa cinta kemudian buta oleh amarah dan membuat salah hubungan bubar ditengah jalan.

          Pesannya adalah, jangan menyerah bagi para jombloer di luar sana, tetap berusaha seperti salah satu lirik lagu JKT48 (Maaf gua VVota) “impian ada ditengah pelu selalu menunggu agar iya menguncup,Usaha keras itu tak akan menghianati” jadi tetap semangat ya, termasuk gua juga sih (Secara tak langsung gua mengatai diri gua jomblo). Bagi yang telah mendapatkan jodonhya selalu jaga ya hubungannya agar tak sad ending.
Bagi teman-teman yang punya pengalaman tentang jodoh bisa share di kolom komentar, akhir kata gua ucapin Wassalam….

4 komentar:

  1. Gue gak akan ngejar jodoh,biar jodoh tetap di tangan Tuhan,mungkin Tuhan masih nafsu dengan jodohku,biar kalau mau di kelonin ama Tuhan terus.

    BalasHapus
  2. Gue gak akan ngejar jodoh,biar jodoh tetap di tangan Tuhan,mungkin Tuhan masih nafsu dengan jodohku,biar kalau mau di kelonin ama Tuhan terus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertamax lu bro yg komen di blog gua... thx yaa #BlokIniSepiSekali

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus